Tuesday, September 6, 2011

It's a Long Trip

Setelah 6 tahun tidak melakukan tradisi mudik seperti yang banyak dilakukan masyarakat muslim Indonesia untuk menyambut hari lebaran, akhirnya pada hari Kamis tanggal 25 Agustus 2011, gw dan keluarga gw pergi mudik dengan sebuah mobil yang kami sewa selama 11 hari.

Mudik kali ini berbeda dengan mudik-mudik yang pernah gw jalani sebelumnya. Jadi, di mudik kali ini, gw dan keluarga gw gak menetap di satu kota sampe lebaran selesai terus pulang ke Depok, di mudik kali ini kami keliling Pulau Jawa, bahkan hingga menyebrang ke Pulau Madura. Di banyak kota yang menarik, gw dan keluarga gw menghentikan perjalanan, berwisata ria, dan kemudian melanjutkan perjalanan kembali. Sangat seru dan menyenangkan :)

Kota pertama yang menjadi tujuan mudik pertama gw dan keluarga gw adalah kota Yogyakarta. Di kota ini kami nginep 1 malem di rumah ayah dari ibu gw, yang berarti eyang gw. Tapi, sebelum sampe di Yogyakarta, gw dan keluarga gw mampir di Tegal untuk bernostalgia, karena ibu gw pernah tinggal dan bersekolah selama 4 tahun di Tegal. Selama nungguin ibu gw bernostalgia di sekolah lamanya, gw memotret beberapa objek, karena ternyata ada banyak hal yang menarik di Tegal ini.

Roda warna-warni

Hiduplah Indonesia Raya

 Pagi hari di Tegal

Lelaki pengambil gambar

Merenung di pagi hari

Dari Tegal, gw dan keluarga gw melanjutkan perjalanan ke Yogyakarta, tapi sebelum sampai Yogyakarta, kami mampir untuk kedua kalinya, yaitu di kota Semarang. Di kota Semarang, kami berwisata ke Lawang Sewu. Di Lawang Sewu, gw kembali memotret objek-objek yang menarik.

Bangunan Lawang Sewu

1000 pintu di Lawang Sewu

Sepatu-sepatu jelajah bawah tanah


Tut..tut..tut..naik kereta api

Dari kota Semarang, gw dan keluarga gw benar-benar melanjutkan perjalanan ke Yogyakarta tanpa mampir-mampir lagi lho! Hehehe. Dan akhirnya pukul 21.30, tibalah kami di rumah eyang gw. Setelah bersih-bersih badan dan sholat kami pun tidur dengan cepat saking lelahnya.

Besok harinya, gw dan keluarga gw melanjutkan perjalanan panjang kami. Tujuan kedua kami ini adalah kota Surabaya, di kota ini gw dan keluarga gw menginap di rumah tante gw. Dan lagi-lagi, kami mampir-mampir  dulu sebelum nginep di rumah tante gw. Kali ini kami mampir ke Mojokerto untuk silaturahmi ke rumah saudara dan menyebrang ke Pulau Madura lewat jembatan Suramadu yang keren itu. Di Madura gw dan keluarga gw buka puasa di Warung Bebek Sinjay yang enak sekali itu :9

Pukul 22.00 sampailah gw dan keluarga gw di rumah tante gw. Seperti malem sebelumnya, kami kecapean dan langsung tertidur begitu ketemu kasur.

Hari selanjutnya, kami melanjutkan perjalanan ke Jember, dan kami mampir lagi seperti yang sudah-sudah. Kali ini kami ke Sidoarjo sebelum ke Jember. Di Sidoarjo gw dan keluarga gw ngeliat lumpur lapindo yang belum berkurang sampe sekarang, bener-bener sedih banget ngeliat keadaan di sana, apalagi kami ngeliat langsung rumah yang tenggelam akibat lumpur. Gw mengambil beberapa foto di lokasi lumpur lapindo.

Retakan-retakan lumpur

Rumah yang tenggelam akibat keganasan lumpur

Sore hari kami tiba di Jember. Di sinilah kami berlebaran, sebelum melanjutkan perjalanan ke kota-kota yang lainnya. Gw beserta keluarga besar gw berlebaran pada hari Selasa di Jember, walaupun pemerintah netapin hari Rabu sebagai hari lebaran. Acara lebarannya asik dan pastinya rame karena 19 orang kumpul di satu rumah, yaitu rumah eyang gw. Kami berfoto-foto ria sehabis bermaaf-maafan.







Bagian foto-foto emang paling heboh dan paling bikin ngakak, abisnya semua orang mau foto pake macem-macem versi sih.

Gw dan keluarga gw nginep di Jember cukup lama, sekitar 4 hari-an. Di hari lebaran ke-2, kami melanjutkan perjalanan, yaitu ke Yogyakarta lagi, soalnya kami harus berlebaran sama orang tua dari ibu gw. Di perjalanan menuju Yogyakarta gw dan keluarga gw mampir lagi untuk kesekian kalinya. Korbannya kali ini adalah Kota Solo. Hehehe. Di Solo gw dan keluarga gw cuma jalan-jalan sebentar sambil sarapan, tapi asik banget, soalnya masih pagi dan banyak objek menarik untuk di foto.

Ibu penjual pecel

Ibu penjual nasi liwet

Bapak tukang parkir

Dari Solo, kami pun melanjutkan perjalanan ke Yogyakarta. Siang hari, kami pun tiba di Yogyakarta, tepatnya di rumah pakde gw. Di rumah pakde gw, kami nginep cukup lama, sekitar 4 hari-an. Selama di Yogyakarta, gw dan keluarga gw gak terlalu banyak pergi-pergi, soalnya adek-adek gw asik main sama sepupu-sepupu kami. Tapi, setiap ada kesempatan pergi, gw pun motret-motret lagi.

Jalan Malioboro

Nenek penjual baju

Loli loli lolipop

Terbanglah yang tinggi balon-balon

Tidur siang di pemakaman

Setelah bersenang-senang selama beberapa hari di Yogyakarta, gw dan keluarga gw harus kembali ke Depok, oh oh oh liburan yang menyenangkan ini harus berakhir, sungguh menyedihkan. Tapi, sebelum balik ke Depok, lagi-lagi kami mampir dulu. Kali ini kami mampir ke rumah pembantu gw yang udah gak kerja di rumah gw lagi. Yaitu di Purwokerto. Daerah tempat dia tinggal bener-bener enak deh, apalagi rumahnya deket sama bendungan lho! Waktu lagi ke bendungan, gw motret baling-baling lucu yang dijual di deket bendungan itu.

Baling-baling lucu di senja hari

Dari Purwokerto, gw dan keluarga gw bener-bener melanjutkan perjalanan ke Depok tanpa mampir-mampir, apalagi di perjalanan pulang ini kami terjebak kemacetan yang cukup parah. Hari Senin tanggal 5 September 2011, tibalah kami di Depok!

Ahhhh... pokoknya ini bener-bener mudik terasik deh, semoga bisa terulang dengan lebih menyenangkan. Amin :)

No comments:

Post a Comment